
Aksi Blokade Jalan di Tengah Kekecewaan
Warga yang terdampak banjir memblokade jalan utama penghubung Bima-Dompu pada Jumat siang. Mereka menggunakan batang kayu, ban bekas, dan bebatuan untuk menutup akses jalan. Aksi ini membuat arus lalu lintas macet hingga beberapa kilometer.
Menurut warga, langkah ini terpaksa dilakukan karena janji bantuan dari Pemkab Bima dan Pemprov NTB tidak kunjung terealisasi. “Kami sudah menunggu berbulan-bulan, tapi bantuan perbaikan rumah dan lahan pertanian tak pernah datang,” ujar salah satu warga.
Tuntutan Korban Banjir kepada Pemerintah
Selain menagih realisasi bantuan rumah, warga juga menuntut pemerintah segera melakukan normalisasi sungai yang sering meluap saat musim hujan. Tanpa perbaikan infrastruktur, mereka khawatir banjir besar akan kembali mengancam saat curah hujan meningkat.
Para petani pun mengalami kerugian besar akibat sawah mereka terendam dan gagal panen. Warga berharap pemerintah segera turun tangan sebelum kondisi ekonomi masyarakat semakin memburuk.
Respon Pemkab Bima dan Pemprov NTB
Pemerintah Kabupaten Bima mengaku memahami kekecewaan warga. Namun, mereka menyebut proses penyaluran bantuan masih terkendala verifikasi data serta koordinasi dengan Pemprov NTB. Sementara itu, Pemprov NTB berjanji akan segera menindaklanjuti permintaan warga dan mempercepat penyaluran bantuan yang tertunda.
Aparat keamanan dari kepolisian dan TNI juga turun untuk mengamankan aksi agar tidak menimbulkan kericuhan. Setelah dilakukan mediasi, warga akhirnya membuka blokade jalan, namun menegaskan akan kembali turun jika janji pemerintah kembali diabaikan.
Baca juga : Pemerintah Gerung Fokus Perbaikan Infrastruktur Jalan untuk Dukung
Peringatan Akan Dampak Banjir di Bima
Banjir bandang yang melanda Bima beberapa waktu lalu menyebabkan puluhan rumah rusak parah dan ratusan hektar sawah gagal panen. Kondisi ini membuat warga hidup dalam ketidakpastian, terutama mereka yang kehilangan tempat tinggal.
Pengamat kebencanaan menilai bahwa pemerintah harus memperhatikan upaya pencegahan, tidak hanya bantuan darurat. Tanpa mitigasi yang jelas, bencana serupa bisa kembali terjadi dan menimbulkan kerugian lebih besar.
















