
Kupang, Nusa Tenggara Timur — Gubernur Nusa Tenggara Timur meminta pihak PLN dan mitra terkait untuk memperbaiki pelaksanaan proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (geothermal) yang sedang berjalan. Langkah ini diambil setelah adanya evaluasi lapangan yang menunjukkan perlunya peningkatan kualitas pengerjaan.
Evaluasi Proyek
Gubernur menegaskan bahwa proyek geothermal merupakan salah satu program strategis untuk meningkatkan pasokan listrik di wilayah NTT. Oleh karena itu, pengerjaannya harus sesuai standar teknis dan lingkungan.
Ia juga mengingatkan agar seluruh pihak terlibat menjaga komitmen terhadap target penyelesaian proyek.
PLN Beri Komitmen
Menanggapi permintaan tersebut, pihak PLN menyatakan siap melakukan perbaikan di titik-titik pekerjaan yang memerlukan penyesuaian. Tim teknis akan segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan menyeluruh.
“Kami akan menindaklanjuti arahan Gubernur dan memastikan semua perbaikan dilakukan tepat waktu,” ujar perwakilan PLN.
Pentingnya Geothermal bagi NTT
Energi panas bumi dinilai sebagai solusi berkelanjutan bagi kebutuhan listrik di NTT. Potensi sumber daya panas bumi di daerah ini cukup besar dan dapat mendukung kemandirian energi.
Proyek ini juga diharapkan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil yang selama ini menjadi sumber utama pembangkit.
Dampak terhadap Masyarakat
Keberhasilan proyek geothermal akan memberikan akses listrik yang lebih stabil bagi masyarakat, terutama di wilayah terpencil.
Selain itu, keberadaan proyek dapat membuka lapangan kerja baru selama masa konstruksi dan operasional.
Koordinasi Antar Pihak
Gubernur meminta koordinasi yang lebih intensif antara pemerintah daerah, PLN, kontraktor, dan masyarakat setempat. Keterlibatan warga dinilai penting untuk mendukung kelancaran proyek.
Pihak kontraktor juga diminta transparan dalam pelaporan progres pekerjaan.
Penyesuaian Jadwal
Seiring evaluasi yang dilakukan, jadwal penyelesaian proyek mungkin mengalami sedikit penyesuaian. Namun, target utama penyelesaian tetap pada tahun yang telah direncanakan.
PLN memastikan bahwa penyesuaian jadwal tidak akan mengganggu rencana pasokan listrik.
Pengawasan Kualitas
Pengawasan akan diperketat dengan melibatkan tim ahli dari berbagai bidang, termasuk teknik sipil, lingkungan, dan kelistrikan.
Tujuannya untuk memastikan seluruh komponen pembangkit bekerja secara optimal dan aman.
Aspek Lingkungan
Proyek geothermal di NTT juga wajib mematuhi analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) yang telah disetujui sebelumnya.
Setiap pelanggaran terhadap aturan lingkungan akan ditindak tegas sesuai ketentuan.
Baca Juga : Pemkab Lobar Tata Kota Gerung, Bangun Jalur Dua Menuju Bypass hingga Islamic Center
Harapan Jangka Panjang
Dengan perbaikan yang dilakukan, proyek ini diharapkan menjadi contoh pengelolaan energi terbarukan yang sukses di Indonesia Timur.
Ke depan, pemerintah daerah ingin mengembangkan proyek serupa di lokasi potensial lainnya di NTT.




