
INEWS Gerung. Paris – Presiden Prancis Emmanuel Macron menyampaikan penolakan tegas terhadap ketertarikan mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk membeli Greenland. Emmanuel Macron menegaskan bahwa Greenland bukan wilayah yang bisa diperjualbelikan, apalagi diambil alih secara sepihak oleh negara mana pun.
“Greenland tidak untuk dijual, dan bukan untuk diambil. Semua orang di Prancis dan Uni Eropa berpandangan sama,” ujar Macron dalam pernyataan resminya, Rabu (18/6/2025).
Pernyataan tersebut menjadi respons langsung atas kembali mencuatnya wacana Trump untuk mengakuisisi Greenland. Isu ini pertama kali muncul pada 2019 dan sempat membuat hubungan AS-Denmark menegang.
Macron menekankan bahwa meski secara geografis Greenland lebih dekat ke Amerika Utara, secara historis, budaya, dan politik, wilayah ini merupakan bagian dari Eropa. Greenland adalah wilayah otonom di bawah Kerajaan Denmark yang memiliki kekayaan sumber daya alam dan posisi strategis di kawasan Arktik.
“Greenland adalah simbol nilai bersama antara rakyatnya dan Eropa. Wilayah ini bukan objek tawar-menawar geopolitik,” tegas Macron.
Ia juga menyuarakan kekhawatiran atas potensi pendekatan kekuatan yang mungkin diambil oleh Amerika Serikat terhadap wilayah Arktik. Menurut Macron, ketertarikan AS terhadap Greenland tidak hanya soal ekonomi, tetapi bisa berdampak pada stabilitas kawasan.
Dalam pernyataannya, Macron menyerukan solidaritas negara-negara Uni Eropa untuk menjaga integritas wilayah strategis seperti Greenland. Ia mengingatkan bahwa wilayah ini memiliki peran penting dalam dinamika lingkungan dan geopolitik global.
“Bendera yang berkibar di Greenland mencerminkan ikatan kuat dengan Eropa, dan itu tidak boleh diabaikan,” ujarnya.
Meski belum ada langkah nyata dari pihak AS, wacana ini telah memicu kekhawatiran negara-negara Eropa akan upaya ekspansi atau dominasi baru di kawasan Arktik. Eropa pun menegaskan sikap: Greenland bukan untuk dijual dan kedaulatannya tidak bisa diganggu gugat.




